Jakarta, FORTUNE – Ketua Dewan Penasihat Forum Dialog Nusantara Ilham Habibie setuju dengan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Menurutnya, Jakarta, seperti dikatakan banyak pihak, sudah terancam tenggelam dan Indonesia mesti menyediakan etalase yang sesuai tuntutan zaman, termasuk Ibu Kota negara.
“Mungkin tak harus semua selesai dan segera pindah 2024, namun berproses secara baik,” kata dia dari keterangan resmi Forum Dialog Nusantara, Kamis (10/2).
Mengenai polemik nama IKN Nusantara, putra sulung Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie ini memberikan beberapa opsi. Menurutnya, penolakan atas nama tersebut wajar terjadi karena Nusantara selama ini dikenal sebagai nama keseluruhan kawasan NKRI. Bahkan wilayah Nusantara jauh lebih luas lagi pada era Majapahit.
"Karena itu mungkin ada alternatif nama Nusantara sebagai IKN, dengan sebutan Nusakarta atau Nukarta, atau Nusantara Karta," ujar Ilham.
Dalam bahasa Sanskerta, karta secara harfiah berarti pekerjaan yang telah dicapai. Kata ini juga digunakan merujuk kata karya dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Jawa Kuno, maknanya berarti maju, makmur, hingga sempurna.
Ini sejalan dengan keberadaan ibu kota menurut Ilham Habibie sebagai etalase sekaligus miniatur sebuah negara. Ibu kota merupakan komponen penting dalam sejarah perjalanan bangsa yang mencerminkan budaya, karakter dan jati diri bangsa tersebut.
“Karena itu, memperbaiki tata kelola wilayah Ibu Kota Negara adalah bagian dari upaya untuk mewujudkan tujuan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UU NRI 1945 yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa” ujarnya.