Jakarta, FORTUNE - Pemerintah bekerja sama dengan PT Jasaraharja Putera untuk menguji skema asuransi pariwisata melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Implementasi pilot project asuransi pariwisata akan dilakukan di Labuan Bajo dan harapannya akan meningkatkan standar keselamatan destinasi secara berkelanjutan.
Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, mengatakan bahwa keselamatan dan keamanan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata. Pasalnya, sektor pariwisata sendiri merupakan salah satu sektor penggerak utama dalam mencapai target pertumbuhan 8 persen di 2029.
“Oleh karena itu, untuk mendorong keamanan dan kenyamanan wisatawan, pengembangan ekosistem asuransi pariwisata merupakan langkah konkret untuk meningkatkan citra destinasi,” ujarnya dalam FGD Pilot Project Labuan Bajo, dikutip dari keterangan resmi Kamis (23/4).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut amanah Undang-Undang Kepariwisataan serta Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 yang mengatur klasifikasi usaha berdasarkan berbagai tingkatan risiko. Sebagai salah satu program prioritas, pemerintah memprioritaskan upaya peningkatan dan kenyamanan wisata.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dalam penyusunan kerangka ekosistem asuransi pariwisata.
Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata prioritas, dengan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 500.008 orang pada 2025 yang mana 68 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Angka tersebut melonjak dibandingkan tahun 2021 sebesar 60.439 orang.
Pemerintah menilai, tingginya angka kunjungan tersebut menegaskan urgensi penguatan tata kelola risiko yang terintegrasi untuk mendukung pariwisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
FGD tersebut juga menjadi sarana untuk menghasilkan rekomendasi yang akan dituangkan dalam bentuk regulasi untuk memperkuat tata kelola risiko melalui pengembangan skema asuransi yang inklusif dan berdampak positif bagi pelaku usaha wisata, perbankan, dan juga wisatawan. Labuan Bajo diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi secara nasional.
