Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkeu Purbaya Buka Opsi INA dan SMI Kelola Utang Whoosh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (8/9). Dok Fortune Indonesia
  • Pemerintah menyiapkan skema pengelolaan utang Whoosh setelah pengalihan tanggung jawab dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.
  • Purbaya mempertimbangkan keterlibatan INA atau SMI, dengan besaran cicilan tahunan menjadi pertimbangan penentuan SMV.
  • Restrukturisasi membuat pembayaran utang bertahap hingga 80 tahun, sementara kerugian bersih PBSI pada enam bulan pertama 2026 mencapai Rp5,13 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pengelolaan utang Whoosh cukup dengan satu SMV?
Vote Now
Oktober 2023

Layanan Whoosh mulai dibuka ke publik. Waktu tempuh Jakarta-Bandung dipangkas menjadi 45 menit dari sebelumnya tiga jam.

November 2025

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

sepanjang 2025

Total kerugian PBSI tercatat Rp4,99 triliun.

6 bulan pertama 2026

PBSI mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun, melampaui total kerugian sepanjang 2025.

Selasa (8/9)

Purbaya menyampaikan rencana serah terima pengelolaan utang Whoosh.

15 September 2026

Proses pengalihan tanggung jawab dari Danantara ke Kementerian Keuangan direncanakan diserahterimakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pengelolaan utang Whoosh cukup dengan satu SMV?
Vote Now
  • What?
    Pemerintah menyiapkan skema pengelolaan utang Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.
  • Who?
    Purbaya, Danantara, Kementerian Keuangan, Indonesia Investment Authority, dan Sarana Multi Infrastruktru terlibat dalam pembahasan skema.
  • Where?
    Purbaya menyampaikan keterangan saat ditemui di Jakarta.
  • When?
    Serah terima direncanakan pada 15 September 2026. Purbaya ditemui pada Selasa (8/9).
  • Why?
    Keputusan SMV akan mempertimbangkan besaran beban pembayaran setiap tahun.
  • How?
    Skema dapat melibatkan INA atau SMI. Restrukturisasi membuat pembayaran utang dilakukan bertahap hingga 80 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pengelolaan utang Whoosh cukup dengan satu SMV?
Vote Now

Pemerintah sedang menyiapkan cara mengatur utang kereta cepat Whoosh. Purbaya bilang pada 15 September 2026 tanggung jawabnya akan diserahterimakan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Ia mungkin memakai INA atau SMI. Utang dibayar sedikit-sedikit sampai 80 tahun, jadi bayaran tiap tahun katanya masih bisa diatur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pengelolaan utang Whoosh cukup dengan satu SMV?
Vote Now

Restrukturisasi utang hingga 80 tahun memberi ruang bagi pembayaran dilakukan bertahap, sehingga beban tahunan dinilai masih dapat dikelola. Pertimbangan melibatkan INA atau SMI juga menunjukkan adanya pilihan dalam skema pengelolaan. Di sisi lain, layanan Whoosh telah memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi 45 menit dari sebelumnya tiga jam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah pengelolaan utang Whoosh cukup dengan satu SMV?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah tengah menyiapkan skema untuk pengelolaan utang Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh setelah proses pengalihan tanggungjawab dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. 

“Tanggal 15 insya Allah mudah-mudahan kita bisa serah terimakan,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (8/9).

Purbaya mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan melibatkan Indonesia Investment Authority (INA) dan Sarana Multi Infrastruktru (SMV). Sebelumnya, Purbaya mengatakan bahwa pihaknya akan melibatkan beberapa special mission vehicle (SMV) dari Kementerian Keuangan.

“Ada dua kemungkinan, mungkin kita pakai SMI atau INA, atau mungkin satu juga nanti kita liat,” tambahnya.

Sementara itu, keputusan akhir dari SMV tersebut akan mempertimbangkan besaran beban pembayaran setiap tahunnya.

“Ternyata cicilannya nggak gede-gede amat, harusnya sih satu SMV cukup,” katanya.

Purbaya mengatakan bahwa restrukturisasi menyebabkan pembayaran utang dilakukan secara bertahap hingga 80 tahun. Alhasil, beban pembayaran tahunan dinilai masih dapat dikelola. 

“Tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya Karena utangnya sudah Di restrukturisasi,” katanya. 

Di samping itu, Purbaya juga membahas mengenai rencana pengembangan jaringan kereta cepat hingga Jawa Timur.

“Nanti kita tarik Jawa Timur, kan nanti punya saya, punya SMV. Nanti kita tarik sampai Jawa Timur udah berbicara dengan Menteri Keuangan Cina dan yang berwenang, dan sepertinya mereka tertarik,” ujar Purbaya.

Pada November 2025, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab pembayaran utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

Beban kerugian Whoosh yang diperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus membengkak. Berdasarkan laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk 6 bulan pertama 2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PBSI) yang merupakan konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham langsung KCIC mencatatkan kerugian bersih Rp5,13 triliun.

Angka tersebut melampaui total kerugian sepanjang 2025 yakni Rp4,99 triliun.

Layanan Whoosh mulai dibuka ke publik pada Oktober 2023. Layanan ini memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 45 menit dari sebelumnya tiga jam.

Di sisi lain, proyek senilai US$7,3 miliar juga meninggalkan masalah hutang. Sebanyak 75 persen biaya berasal dari pinjaman China Development Bank dengan bunga awal 2 persen.

Sisanya berasal dari kontribusi modal pemegang saham konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.

Pilih skema pengelolaan utang Whoosh

Apakah pengelolaan utang Whoosh cukup dengan satu SMV?

See More
Cukup satu SMV
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Perlu lebih dari satu SMV

Curated For You

Editorial Team

Related Article