Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Tim Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Tumbuh Landai Kuartal II-2026

Tim Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI Tumbuh Landai Kuartal II-2026
Ilustrasi pedagang bawang merah melayani pembeli di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Intinya Sih
  • Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2026 melandai ke kisaran 5,1–5,5 persen, turun dari capaian kuartal I sebesar 5,61 persen.
  • Perlambatan disebabkan faktor musiman seperti berakhirnya periode Ramadan dan Lebaran serta tekanan eksternal akibat ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
  • Meski ada tantangan global, Bank Mandiri tetap optimis karena kinerja perbankan solid dengan pertumbuhan kredit 9,49 persen YoY dan likuiditas terjaga melalui sinergi kebijakan fiskal-moneter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami normalisasi pada rentang 5,1-5,5 persen pada triwulan II-2026. Angka ini sedikit melambat dibandingkan capaian triwulan sebelumnya yang berhasil menembus 5,61 persen.

Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, mengutarakan bahwa lonjakan pada triwulan pertama didorong oleh momentum musiman. Periode Ramadan dan hari raya Idulfitri terbukti menjadi katalisator utama bagi konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen (YoY). Laju ini kian kencang berkat akselerasi belanja pemerintah sebesar 21,8 persen dalam rangka percepatan program prioritas nasional.

“Ekonomi kuartal I ini ada beberapa faktor yang katalis pertumbuhan ekonomi tidak berulang lagi di kuartal II, kuartal III atau kuartal IV, seperti misalnya periode Lebaran tentunya. Dan ini artinya pertumbuhan di kuartal II mungkin akan melandai,” kata Dian dalam taklimat media di Jakarta, Senin (11/5).

Selain memudarnya faktor musiman, perlambatan ini dipicu oleh memanasnya suhu geopolitik global. Ketegangan bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat telah menekan pasar komoditas energi. Kondisi tersebut mengerek harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) ke level US$105,50 atau setara Rp1,83 juta per barel.

“Ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak mentah meningkatkan kewaspadaan pelaku bisnis dan daya beli,” ujar Dian.

Kendati dibayangi ketidakpastian global, otoritas perbankan tetap menunjukkan optimisme. Kinerja intermediasi perbankan nasional dilaporkan masih berada pada posisi yang solid. Hingga Maret 2026, penyaluran kredit tumbuh 9,49 persen (YoY) dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga rendah pada 2,14 persen.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) industri perbankan mencatatkan pertumbuhan 13,55 persen (YoY). Likuiditas pun tergolong memadai dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) pada level 84,63 persen.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menekankan pentingnya sinergi otoritas.

"Ke depan, tantangan global akan terus ada, namun di balik setiap tantangan juga terdapat peluang yang dapat dioptimalkan melalui strategi yang tepat. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan," ujar Ari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More