Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
BEI Godok Penerbitan Indeks Saham Syariah Hijau, Diharap Rilis 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)

Jakarta, FORTUNE - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok penerbitan indeks saham syariah hijau (green shariah index) pada 2026.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdullah, mengatakan, saat ini otoritas sedang mengkalibrasi ulang waktu penerbitan indeks tersebut. Penyebabnya, ketika indeks tersebut melalui tahap back thesis atau pengujian, hasilnya belum memuaskan.

"Timing-nya tidak pas, sehingga kita tunda. Mudah-mudahan tahun ini ada indeks [syariah] baru yang keluar berbasis green ya," kata Irwan dalam webinar virtual dengan pers, Kamis (26/2).

Saat ini, terdapat 5 indeks saham syariah di pasar modal Indonesia, yakni: Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), IDX-MES BUMN 17, dan IDX Sharia Growth (IDXSHAGROW).

Sepanjang 2025, ISSI melonjak 43,1 persen, melampaui penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya naik 22,1 persen. JII pun menguat 19,4 persen sehingga menduduki posisi ketiga dalam 5 indeks domestik dengan penguatan tertinggi tahun lalu.

Dari segi investor, pada 2026, BEI menargetkan pertumbuhan 50.000 investor syariah baru. Itu dilandasi oleh kenaikan volume investor syariah pada 2025, yang mencapai 43.000 investor syariah baru.

"Tahun kemarin targetnya hanya 13.500 investor syariah baru [jauh di bawah realisasi target di akhir 2025]," kata Irwan. "Berarti kalau target [2026] hanya 13.500 terlalu bawah. Rendah. Akhirnya dinaikkan targetnya."

Sebagai konteks, pasar modal syariah mencatatkan total 217.157 investor syariah, bertumbuh 28,2 persen (year to date per Desember 2025). Dari jumlah itu, investor syariah aktif mencapai 43.135.

Nilai transaksi investor syariah sendiri mencapai Rp11,2 triliun pada 2025, hampir kembali ke level pada 2021 yang menyentuh Rp12,4 triliun. Sementara itu, volume transaksi dan frekuensi transaksi investor syariah masing-masing mencapai 30,6 miliar saham dan 2,7 juta kali pada 2025.

Editorial Team