BUSINESS

Tips Mengelola Cash Flow Bagi Bisnis yang Baru Tumbuh

Cash flow krusial bagi operasional dan keberlanjutan bisnis.

Tips Mengelola Cash Flow Bagi Bisnis yang Baru Tumbuhilustrasi evaluasi keuangan (pexels.com/Karolina Grabowska)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Dalam membangun sebuah bisnis, cash flow atau arus kas menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan operasional dan keberlanjutan bisnis.

Investopedia mendefinisikan cash flow sebagai saldo bersih uang tunai yang masuk dan keluar pada suatu periode tertentu. Cash flow dinyatakan positif bila uang masuk lebih banyak daripada uang yang keluar, sementara dinilai negative bila uang yang keluar lebih besar daripada yang masuk.

Dalam bisnis, cash flow harus diatur karena bisa menentukan seberapa besar keuntungan yang didapatkan dalam satu periode tertentu. Bisnis yang tidak memperhatikan cash flow dan tidak mengaturnya, berpotensi tidak bisa berinvestasi, tanpa untung, dan berisiko mengalami kebangkrutan.

Oleh sebab itu, pengaturan cash flow ini menjadi hal krusial, terutama bagi bisnis yang baru saja tumbuh. Berikut ini, dengan mengutip dari jurnal.id, Fortune Indonesia akan mengulas beberapa hal yang harus dicermati dalam mengatur cash flow dalam bisnis.

Harus cermat mengevaluasi arus kas masuk dan keluar

Setiap pergerakan kinerja bisnis, baik operasi, investasi, maupun pendanaan perusahaan dalam periode tertentu akan mempengaruhi perubahan komponen tersebut. Pengusaha atau perusahaan harus mengupayakan cash flow tetap positif agar bisnis yang dijalankan lancar.

Evaluasi laporan cash flow diperlukan untuk mengetahui update penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas sehingga membantu Anda dapat menganalisa kemampuan menghasilkan arus kas bersih di masa mendatang.

Saat kondisi krisis, perusahaan tentu rentan pada kemampuan memenuhi kewajiban. Karena itu kita perlu tips khusus untuk kelola arus kas di perusahaan. Maka, evaluasi arus kas secara cermat diperlukan agar kita dapat menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban membayar utang dan memperlihatkan kondisi ketika membutuhkan pendanaan dari pihak luar.

Salah satu yang bisa dilakukan, Anda perlu mencermati arus dana keuangan perusahaan baik berupa perputaran jangka pendek maupun perputaran jangka panjang. Dalam arus kas jangka pendek, perputaran dana hanya terjadi pada harta lancar.

Sementara itu, dalam perputaran arus kas jangka panjang, dana dibelanjakan pada harta tetap atau investasi yang akan menjadi uang kas ketika terjadi penyusutan yaitu saat penjualan barang jadi. Pengembalian dalam bentuk kas pada harta tetap lebih lama karena terdapat penyusutan disertai dengan laba perusahaan.

Menata penagihan utang tepat waktu

Saat kondisi ekonomi tak menentu, menata jadwal pengajuan faktur penagihan atau invoice tepat waktu menjadi langkah yang paling logis. Semakin cepat piutang usaha berputar, maka semakin banyak modal yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha.

Pengajuan invoice lebih awal dapat pula dilakukan dengan menggunakan program atau software akuntansi. Dengan bantuan teknologi software, kita dapat secara otomatis mengelompokkan usia piutang usaha, misalnya berkisar pada periode 30-60 hari, kurang dari 30 hari, dan sebagainya.

Dalam kondisi krisis, bukan tak mungkin pihak pemilik utang mengalami kesulitan melakukan pembayaran kepada perusahaan kita. Solusi lain yang bisa dilakukan agar arus kas lancar ialah mempertimbangkan pembayaran cicilan utang.