Jakarta, FORTUNE - Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) kini mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah Indonesia guna mengamankan perpanjangan hak pengoperasian pertambangan jangka panjang. Hal tersebut terjadi menyusul tuntasnya pembangunan fasilitas pemrosesan dan pemurnian (smelter) serta rampungnya proyek hilirisasi PTFI sepanjang 2025.
Fokus utama negosiasi adalah mendapatkan kepastian hukum untuk terus mengelola aset tembaga dan emas raksasa di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah, melampaui batas kontrak saat ini yang akan berakhir pada 2041.
Dalam dokumen kinerja terbarunya, manajemen FCX menawarkan skema pelepasan saham lanjutan (divestment) kepada negara sebagai poin tawar utama. Induk usaha yang berbasis di Amerika Serikat ini menargetkan untuk mempertahankan porsi kepemilikan saham PTFI pada kisaran 49 persen hingga kontrak berjalan usai.
Namun, struktur kepemilikan diproyeksikan berubah signifikan setelah periode tersebut. Mulai 2042, kepemilikan FCX direncanakan terdilusi menjadi sekitar 37 persen melalui mekanisme pengalihan saham tambahan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kendati porsi saham menyusut di masa depan, FCX berharap perjanjian tata kelola perusahaan yang berlaku saat ini tetap dipertahankan selama umur ekonomis sumber daya mineral tersebut.
Manajemen FCX menegaskan perpanjangan kontrak ini merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan operasi tambang.
“Perluasan tersebut akan memungkinkan kelangsungan operasi berskala besar untuk kepentingan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus membuka opsi pertumbuhan melalui pengembangan sumber daya tambahan,” demikian manajemen FCX dalam keterangannya yang dikutip Jumat (23/1).
Saat ini, PTFI tengah memfinalisasi dokumen permohonan resmi perpanjangan kontrak tersebut. Manajemen menargetkan pengajuan berkas dapat terlaksana pada 2026. Kesepakatan baru diharapkan tidak hanya memperpanjang usia produksi Grasberg, tetapi juga memberikan kepastian bagi investasi jangka panjang.
Sejalan dengan peta jalan itu, perusahaan bersiap melanjutkan eksplorasi, melakukan studi pengembangan lanjutan, serta memperluas cakupan program sosial di wilayah operasionalnya.
FCX saat ini masih mengenggam 48,76 persen saham PTFI dan memegang kendali sebagai pengelola operasional tambang. Kinerja keuangan PTFI pun masih dikonsolidasikan penuh ke dalam laporan keuangan Freeport-McMoRan.
PTFI mengelola salah satu cadangan mineral terbesar di dunia. Setelah merampungkan investasi multi-years, perusahaan kini sukses mengoperasikan tiga tambang bawah tanah utama—Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ), dan Big Gossan—serta telah memperluas kapasitas fasilitas penggilingannya.
