Comscore Tracker
BUSINESS

Terjerat Utang Ribuan Triliun, Bos Evergrande Jual Aset Pribadi

Penjualan aset pribadi tak sebanding dengan utang perseroan.

Terjerat Utang Ribuan Triliun, Bos Evergrande Jual Aset PribadiShutterstock/hxdbzxy

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Raksasa properti Tiongkok—Evergrande Group­—sedang berjuang untuk melunasi kewajibannya. Dalam upaya itu, pimpinan Evergrande bahkan dikabarkan rela menjual aset pribadinya demi membayar kewajiban perusahaan.  

Sebelumnya, pemerintah Tiongkok telah meminta kepada pimpinan Evergrande, Hui Ka Yan, untuk menggunakan sebagian kekayaan pribadinya dalam membayar utang obligasi perusahaan. Informasi ini diungkapkan oleh dua orang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

Evergrande memang sedang bermasalah dalam memenuhi pembayaran surat utangnya. Perkara ini pun telah mengguncang pasar dan membuat banyak investor, kreditor, dan pemasoknya mengalami kemelut keuangan.

Guo Hui, pebinis di bidang kebersihan serta mitra Evergrande, misalnya, harus tertimpa nasib tersebut. Evegrande berutang kepada dirinya sebanyak US$2,8 juta atau setara Rp40,6 miliar (asumsi kurs Rp14.500). Guo Hui pun harus menjual kendaraan pribadinya Porsche Cayenne dan apartemen demi mengumpulkan uang tunai dan melunasi utang ke pihak lain.

"Dia (Hui Ka Yan) seharusnya menjual barang-barangnya," kata Guo kepada Reuters, seperti dikutip Rabu (17/11). "Dia tidak punya pilihan begitu pihak berwenang membuatnya."

Dari properti sampai jet pribadi

Hui Ka Yan dikabarkan menjanjikan salah satu rumah mewahnya di kawasan elite The Peak, Hongkong, untuk pinjaman dari China Construction Bank. Aset properti itu ditaksir bernilai sekitar US$103 juta (Rp1,49 triliun), kata seorang agen perumahan kepada Reuters.

Hui juga menjanjikan dua rumah mewah lainnya kepada Orix Asia Capital Ltd. Salah satu properti bernilai HK$800 juta dan sisanya HK$1 miliar.

Di bawah perintah Hui, Evergrande juga telah menjual beberapa seni dan kaligrafi untuk mendapatkan modal baru, kata sumber yang sama yang menolak disebutkan namanya. Namun, belum diketahui berapa banyak uang yang telah dikumpulkan dari penjualan aset ini.

Berdasarkan pemberitaan The Wall Street Journal, Evergrande juga mengumpulkan lebih dari US$50 juta (Rp725 miliar) dengan menjual dua jet pribadinya kepada investor pesawat Amerika. Hui juga memiliki kapal pesiar yang diperkirakan bernilai U$60 juta (Rp870 miliar), serta jet pribadi Airbus, menurut laporan media Tiongkok.

Baik Hui dan Evergrande tidak menanggapi permintaan komentar mengenai penjualan sejumlah aset tersebut.

Tidak cukup

Sementara itu, kekayaan bersih Hui dilaporkan telah jatuh selama beberapa tahun terakhir: dari US$45 miliar (Rp625,5 triliun) pada 2017, kini tersisa US$11,3 miliar (Rp163,85 triliun), menurut data dari Hurun China Rich List 2021.

Meskipun bos Evergrande telah bergerak menjual sejumlah aset pribadinya, namun itu dinilai tidak seberapa dengan jumlah utang perusahaan yang mencapai lebih dari US$300 miliar atau setara Rp4.350 triliun. Utang ini bahkan disebut-sebut setara ukuran produk domestik bruto (PDB) Afrika Selatan.

Pada Kamis (11/7), Evergrande memang berhasil kembali menghindari risiko gagal bayar (default) dengan membayar obligasinya di menit-menit terakhir. Batas waktu pembayaran berikutnya adalah 28 Desember 2021, dengan jumlah kupon mencapai lebih dari US$255 juta atau Rp3,69 triliun.

Related Articles