Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mazda Bangun Pabrik di Bogor dengan Investasi Lebih dari Rp400 M
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, hari ini secara resmi meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok. Mazda Indonesia)
  • PT Eurokars Motor Indonesia meresmikan Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Bogor, sebagai fasilitas perakitan lokal pertama Mazda dengan investasi lebih dari Rp400 miliar.
  • Pabrik seluas hampir 65.000 meter persegi ini mulai merakit Mazda CX-30 berkapasitas lebih dari 10.000 unit per tahun, dengan prioritas pada kualitas berstandar global.
  • Mazda menyiapkan pabrik untuk menambah model, meningkatkan kapasitas dan TKDN, memperluas tenaga kerja, memperkuat industri pendukung nasional, serta membuka peluang ekspor sesuai perkembangan pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, FORTUNE – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) membawa Mazda memasuki babak baru di Indonesia. Setelah hampir satu dekade berstatus sebagai agen pemegang merek (APM), perusahaan mulai merakit kendaraan secara lokal melalui peresmian Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7). Investasi senilai lebih dari Rp400 miliar digelontorkan untuk membangun fasilitas ini.

Presiden Direktur PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan komitmen jangka panjang Mazda terhadap industri otomotif nasional.

"Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami," kata Ricky di Bogor, Jawa Barat, dikutip Rabu (29/7).

Mazda Indonesia Plant berdiri di atas lahan hampir 65.000 meter persegi. Fasilitas ini dilengkapi lini produksi, area validasi kualitas, dedicated test track, hingga berbagai fasilitas pendukung yang dirancang mengikuti standar-standar manufaktur global Mazda.

Pada tahap awal, pabrik tersebut memproduksi Mazda CX-30 sebagai model pertama rakitan lokal dengan kapasitas lebih dari 10.000 unit per tahun melalui pengoperasian dua shift. Namun, kapasitas tersebut bukan menjadi target utama perusahaan.

Pabrik ini dibangun sebagai dedicated vehicle assembly facility, berbeda dari fasilitas perakitan yang menggunakan shared assembly line.

Seluruh peralatan, metode kerja, hingga proses produksi dirancang secara khusus untuk kendaraan Mazda agar mampu menjaga konsistensi kualitas sesuai standar global perusahaan.

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, hari ini secara resmi meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok. Mazda Indonesia)

Seluruh proses produksi berlangsung secara terintegrasi, mulai dari penerimaan komponen completely knocked down (CKD), pengelolaan material melalui Warehouse Management System (WMS), proses kitting, hingga distribusi komponen ke setiap stasiun perakitan.

Aktivitas produksi didukung penerapan Manufacturing Execution System (MES) yang memungkinkan setiap komponen, setiap tahapan proses, hingga setiap kendaraan terdokumentasi secara digital. Sistem tersebut membuat seluruh riwayat produksi kendaraan memiliki tingkat ketelusuran yang tinggi.

Setelah proses perakitan selesai, setiap kendaraan menjalani serangkaian pengujian kualitas mulai dari body setting, wheel alignment, dynamic test di lintasan uji khusus, water leak test, under body inspection, final inspection, hingga product audit.

Seluruh hasil inspeksi kemudian divalidasi melalui Mazda Quality Index for Customer (MQIC) sebelum kendaraan didistribusikan kepada konsumen.

Siapkan model baru dan tingkatkan TKDN

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, hari ini secara resmi meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok. Mazda Indonesia)

Lebih jauh, Ricky menjelaskan pabrik baru tersebut disiapkan sebagai fondasi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, bukan hanya untuk memproduksi satu model.

Ke depan, Mazda menargetkan fasilitas tersebut mampu merakit lebih banyak model kendaraan, meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap, memperbesar penggunaan komponen dalam negeri, hingga membuka peluang ekspor sesuai perkembangan pasar.

"Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional," katanya.

Ia menambahkan perusahaan juga akan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), memperluas penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat kolaborasi dengan industri pendukung nasional tanpa mengurangi standar kualitas global Mazda.

Menurut Ricky, sejak awal pengembangan fasilitas dilakukan bersama Mazda Motor Corporation melalui proses transfer pengetahuan manufaktur dan penerapan standar produksi global. Perusahaan berharap investasi tersebut tidak hanya memperkuat posisi Mazda di Indonesia, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri manufaktur otomotif nasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article