Comscore Tracker
FINANCE

KSSK: Stabilitas Keuangan RI Normal Di Tengah Perang Ukraina-Rusia 

Intermediasi perbankan mulai membaik di awal tahun 2022.

KSSK: Stabilitas Keuangan RI Normal Di Tengah Perang Ukraina-Rusia Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani/ Tangkapan Layar Rapat KSSK

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia masih dalam kondisi normal di tengah ketidakpastian eksternal perang Ukraina dan Rusia. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani selaku Ketua KSSK dalam konfrensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2022. 

"Perbaikan ekonomi global akan mengalami tekanan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya disertai volatilitas pasar keuangan yang meningkat seiring dengan eskalasi perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina," ujar Sri Mulyani, di Jakarta, Rabu (13/4). 

Menurut Sri Mulyani, perang tersebut mengubah ekpektasi global terhadap pertumbuhan ekonomi dunia yang mulai menunjukkan ke arah perbaikan seiring dengan menurunnya dampak Covid-19. 

"Perang di Ukraina juga menciptakan tantangan bagi normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju yang meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global," jelas Sri Mulyani. 

Intermediasi perbankan mulai membaik

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat kredit perbankan mampu tumbuh 6,33 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Febuari 2022. Pertumbuhan tersebut diklaim ditopang oleh kredit UMKM yang tumbuh 8,75 persen dan kredit ritel dan korporasi tumbuh 5,83 persen. 

"Ketahanan permodalan industri jasa keuangan yang ditunjukan dengan CAR perbankan jauh di atas threshold yaitu 25,82 persen," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Sementara itu, likuiditas perbankan juga disebut berada dalam level yang memadai dengan rasio alat likuid terhadap non core deposit (AL/NCD) di level 153,13 persen, dan rasio AL/DPK di level 34,26 persen pada 30 Maret 2022.

Pendapatan premu asuransi capai Rp18 triliun

Sementara itu, industri asuransi membukukan pendapatan premi senilai Rp18 triliun pada Februari 2022. Pencapaian tersebut terdiri dari premi asuransi jiwa senilai Rp11,9 triliun dan asuransi umum senilai Rp6,1 triliun. 

Sedangkan untuk penghimpunan dana di pasar modal hingga akhir hingga 5 April 2022 telah mencapai Rp 63,93 triliun dengan penambahan emiten baru sebanyak 17 emiten.

Related Articles