Jakarta, FORTUNE - Pasar jam tangan mewah global kian terbelah. Laporan Morgan Stanley dan LuxeConsult bertajuk 2025 Top 50 Watch Brands menunjukkan konsentrasi pangsa pasar semakin menguat di tangan segelintir merek besar, sementara mayoritas pemain lain justru menghadapi tekanan penurunan penjualan.
Analisis tahunan tersebut dirilis tak lama setelah laporan barang mewah Vontobel dan menegaskan dua tren utama: kontraksi pasar jam tangan Swiss yang berlanjut serta polarisasi pasar yang makin tajam. Empat merek teratas kini menguasai lebih dari 50 persen nilai pasar jam tangan Swiss.
Menurut laporan itu, pasar jam tangan Swiss kembali menyusut untuk tahun kedua berturut-turut. Nilai ekspor turun 1,7 persen, sementara nilai ritel total diperkirakan berada di kisaran CHF 49 miliar, tidak termasuk PPN. Morgan Stanley memperkirakan nilai pasar grosir jam tangan Swiss global mencapai sekitar CHF 25,9 miliar pada 2025, sejalan dengan data Federasi Industri Jam Swiss (FHS) yang mencatat ekspor sebesar CHF 24,4 miliar.
“Pasar jam tangan Swiss mengalami kontraksi untuk tahun kedua secara berturut-turut,” tulis laporan tersebut. Dari sisi volume, tekanan bahkan lebih terasa. Total unit jam tangan yang diekspor telah turun 44 persen sejak krisis 2008 dan menyusut hingga 51 persen dibandingkan puncaknya pada 2011. Jam tangan kuarsa tercatat turun hampir separuh, sementara volume jam mekanik relatif stagnan.
