Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Beri Sinyal Relaksasi Produksi Batu Bara dan Nikel Jika Harga Stabil

Bahlil Beri Sinyal Relaksasi Produksi Batu Bara dan Nikel Jika Harga Stabil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangannya kepada media usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026). Sumber: YouTube Sekretariat Presiden
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mempertimbangkan relaksasi produksi batu bara dan nikel jika harga kedua komoditas tetap stabil di level tinggi.
  • Pemerintah menegaskan relaksasi akan dilakukan secara terbatas dan terukur agar keseimbangan pasar serta harga tidak terganggu oleh kelebihan pasokan.
  • Presiden Prabowo meminta pengelolaan sumber daya alam mengutamakan kepentingan negara, termasuk rencana kenaikan Harga Patokan Mineral nikel untuk meningkatkan penerimaan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang pelonggaran atau relaksasi produksi batu bara dan nikel, bila tren harga komoditas tetap stabil di level tinggi. Hal ini disampaikan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/3) malam.

Bahlil menjelaskan, pihaknya telah melaporkan perkembangan harga komoditas energi dan mineral serta strategi pengelolaannya kepada Presiden. Hingga saat ini, pemerintah masih mempertahankan kebijakan produksi yang ada sambil terus memantau dinamika pasar global.

“Dalam rangka pengendalian supply dan demand terhadap batu bara maupun nikel, sampai hari ini tidak ada perubahan kebijakan. Kita masih melihat perkembangan,” kata Bahlil yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Namun demikian, ia membuka peluang adanya penyesuaian kebijakan ke depan. Jika harga batu bara dan nikel tetap stabil dan menguntungkan, maka pemerintah mempertimbangkan melakukan relaksasi produksi secara terbatas dan terukur.

“Kalau harganya stabil dan bagus, kita akan buat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Semua tetap dalam batas koordinasi dengan pasar dan kebutuhan supply-demand,” katanya.

Namun, relaksasi yang dimaksud bukanlah pembukaan keran produksi secara bebas. Pemerintah tetap akan menjaga keseimbangan pasar agar harga tidak jatuh akibat kelebihan pasokan.

Menurutnya, pemerintah menginginkan skenario ideal di mana harga komoditas tetap tinggi dan produksi dapat ditingkatkan. Namun jika kondisi tersebut tidak tercapai, pemerintah memilih untuk menahan produksi agar sumber daya tidak dijual dengan harga murah.

“Kita ingin harganya bagus terus. Tapi kalau tidak, jangan barang kita dijual murah. Supply and demand harus tetap dijaga dalam koridor yang baik,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar pengelolaan sumber daya alam mengutamakan kepentingan negara. Ia menegaskan, bahwa sumber daya alam merupakan aset strategis yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

Prabowo juga meminta kementerian terkait untuk mencari potensi penerimaan negara baru dari sektor mineral yang dinilai selama ini belum memberikan manfaat maksimal.

Merespons permintaan tersebut, Bahlil mengungkapkan kemungkinan kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM) untuk komoditas nikel. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi negara dari sektor tambang.

Ke depan, pemerintah menargetkan agar program hilirisasi terus berjalan seiring dengan transisi energi. Sementara itu, produksi batu bara akan tetap disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar harga tetap kompetitif namun tidak merugikan negara.

“Kita ingin hilirisasi berjalan, transisi energi terjadi, dan produksi batu bara tetap mengikuti pasokan dan permintaan agar harga tetap terjaga,” kata Bahlil.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in News

See More