Jakarta, FORTUNE – Pemanfaatan kelapa sawit sebagai sumber energi terus berkembang. Jika selama ini komoditas andalan Indonesia lebih dikenal sebagai bahan baku biodiesel, kini peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan BENSA (Bensin Sawit), teknologi yang mengubah minyak sawit menjadi bahan bakar menyerupai bensin.
Akademisi ITB yang aktif pada bidang rekayasa katalis dan sistem pemrosesan, C.B. Rasrendra, mengatakan inovasi tersebut menunjukkan sawit memiliki potensi lebih luas sebagai sumber energi terbarukan. Menurutnya, pengembangan bensin sawit dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"BENSA merupakan salah satu contoh bagaimana hasil riset mampu membuka peluang pemanfaatan baru bagi kelapa sawit. Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong tumbuhnya industri berbasis sumber daya domestik," kata dia dalam media breafing di kantor Badan Pengelola Dana Perkebunan, Jakarta, Rabu (15/7).
Teknologi BENSA dikembangkan melalui proses catalytic cracking menggunakan katalis Merah Putih hasil karya peneliti Indonesia. Melalui teknologi tersebut, minyak sawit dipecah menjadi fraksi hidrokarbon yang memiliki karakteristik menyerupai bensin.
Menurut Rasrendra, perjalanan riset tersebut bukanlah hal baru. Penelitian mengenai bensin sawit telah dimulai sejak 1982 ketika para peneliti mencoba mencari cara mengubah limbah sawit menjadi bahan bakar cair.
"Dari tahun 1982 hingga 1985 dengan alat yang sangat terbatas kami mencari sistem katalis yang cocok untuk mengubah limbah sawit menjadi bensin," katanya.
Meski demikian, ia mengakui perjalanan inovasi tersebut tidak berjalan mulus. Banyak hasil penelitian perguruan tinggi yang berhenti di laboratorium karena tidak mampu memasuki tahap komersialisasi.
"Kami merasakan banyak karya riset dan inovasi yang tidak lanjut ke tahap berikutnya, yang sering disebut terjebak di 'jurang kematian' atau valley of death. Riset berhenti di jalan karena belum mendapatkan mitra yang bisa membantu mendorong ke kelas berikutnya," ujarnya.
