Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Pride Selamat dan Lanjut ke Cilacap Setelah Lolos dari Selat Hormuz
Ilustrasi: kapal tanker VLCC Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. (Dok. PT Pertamina International Shipping)
  • Kapal VLCC Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah tertahan sejak Maret 2026 dan kini melanjutkan pelayaran menuju kilang Cilacap untuk menjaga pasokan energi nasional.

  • PIS menerapkan strategi mitigasi risiko ketat, termasuk pemantauan 24 jam dan koordinasi dengan crisis center, guna memastikan keselamatan awak serta keamanan operasional kapal di jalur berisiko tinggi.

  • Meski pelayaran berjalan lancar, situasi keamanan di Teluk tetap tegang akibat bentrokan terbaru antara AS dan Iran yang memicu serangan balasan terhadap kapal-kapal komersial di kawasan tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz dengan aman menunjukkan efektivitas strategi mitigasi risiko dan koordinasi intensif yang diterapkan PIS di tengah situasi geopolitik yang menantang. Proses pengambilan keputusan yang hati-hati, pemantauan 24 jam, serta dukungan lintas lembaga mencerminkan profesionalisme tinggi dalam menjaga keselamatan awak kapal dan kelancaran pasokan energi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah sempat tertahan di kawasan Teluk Arab sejak Maret 2026.

Kapal tersebut kini melanjutkan pelayaran menuju kilang Cilacap guna mengangkut minyak mentah.

Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keberhasilan Pertamina Pride menyusul kapal Gamsunoro yang lebih dulu keluar dari kawasan Teluk Arab. Dengan demikian, dua kapal milik PIS yang sempat tertahan akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah kini telah kembali beroperasi secara normal.

"Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Vega dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).

Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB.

Kapal kemudian berhasil melewati area kritis dan Selat Hormuz pada 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.

Keberhasilan pelayaran tersebut menjadi indikator bahwa strategi mitigasi risiko yang diterapkan PIS berjalan efektif dalam menjaga keselamatan operasional kapal di tengah dinamika keamanan kawasan.

Menurut Vega, keputusan memberangkatkan Pertamina Pride tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Sama seperti kapal Gamsunoro, waktu keberangkatan dan rute pelayaran ditentukan setelah melalui pembahasan intensif dan penilaian risiko yang sangat ketat.

PIS mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan bergerak, mulai dari aspek perlindungan asuransi, kesiapan teknis dan operasional, sistem keamanan, hingga kesiapan seluruh awak kapal.

Selama pelayaran melewati salah satu jalur laut paling strategis di dunia tersebut, Pertamina Pride dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS guna memastikan kondisi pelayaran tetap aman.

Vega memastikan seluruh awak kapal berada dalam kondisi selamat. Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah itu kini langsung melanjutkan pelayaran menuju Cilacap untuk mengirimkan muatan yang dibutuhkan dalam menjaga pasokan energi nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini," kata Vega.

PIS memperkirakan Pertamina Pride akan menempuh perjalanan sekitar 15 hari sebelum tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.

Perseroan menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di jalur pelayaran internasional serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.

Meski VLCC Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat, situasi keamanan di salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia itu masih jauh dari kata aman.

Problemnya, ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir menyusul serangkaian serangan terhadap kapal-kapal komersial, sehingga otoritas maritim internasional masih menetapkan Selat Hormuz sebagai wilayah berisiko tinggi.

Kondisi tersebut membuat setiap pelayaran yang melintasi kawasan itu harus didahului dengan asesmen keamanan dan mitigasi risiko yang ketat.

Laporan BBC, Rabu (8/7), melansir bentrokan kembali pecah di kawasan Teluk dan menjadi eskalasi paling serius antara Amerika Serikat dan Iran sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata sementara pada Juni lalu.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangan balasan setelah tiga kapal tanker minyak diserang di Selat Hormuz. Operasi tersebut diklaim menghantam lebih dari 80 target, termasuk sistem pertahanan udara, radar pesisir, dan kapal-kapal cepat milik Iran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article