Soegiharti, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang mendampingi salah satu pasien disabilitas dalam pemeriksaan kesehatan gratis Program Posyandu Disabilitas yang dilaksanakan di Kantor Yayasan Bersama Anak Bangsa, Malang, Jawa Timur pada Kamis (9/4). (Dok. PLN)
Di bidang kesehatan, Srikandi Care berkontribusi dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi gizi, layanan kesehatan, serta upaya penurunan stunting. Program ini menjangkau 7.309 ibu dan 3.249 anak, dengan nilai SROI sebesar 2,68.
Sementara di sisi internal PLN, Inspiring Srikandi juga dihadirkan sebagai wadah pengembangan kapasitas perempuan melalui pelatihan nonkedinasan, seperti peningkatan keterampilan dan kompetensi diri, yang telah diikuti oleh lebih dari 8.400 peserta.
“Seluruh program ini yang kami jalankan dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan. Kami percaya bahwa ketika perempuan diberdayakan, maka keluarga dan masyarakat juga akan ikut tumbuh dan memberikan manfaat yang semakin luas,” ujar Kamia.
Lanny Juliana Mogot, salah satu penerima manfaat program Srikandi Movement asal Manado, Sulawesi Utara juga merasakan dampak positif dari inisiatif tersebut, khususnya Women Support Women. Menurut salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut, dukungan dari PLN melalui program pemberdayaan perempuan telah membawa perubahan signifikan dalam pengembangan usahanya.
“Program ini benar-benar membantu kami untuk berkembang. Kami tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga ilmu dan pendampingan dalam menjalankan usaha. Sekarang kami lebih percaya diri untuk meningkatkan usaha dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Melalui Srikandi Movement, PLN optimistis dapat terus memperluas dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendorong pemberdayaan yang inklusif dan berdampak jangka panjang. (WEB)