Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Kelola DPK Rp33 Triliun, Maybank Syariah Pacu Tabungan Haji
Acara Muslim Pro x Maybank Syariah Media Gathering, di Jakarta (8/6)/Dok Muslim Pro
  • Maybank Syariah mengelola DPK senilai Rp33 triliun hingga akhir 2025 dan fokus memperkuat segmen tabungan haji untuk menarik lebih banyak nasabah.

  • Kolaborasi dengan Muslim Pro melahirkan platform Amanah Pro, layanan perencanaan haji dan umrah berbasis syariah yang akan diluncurkan pada Mei 2026.

  • Survei Muslim Pro menunjukkan 65 persen responden jarang menabung untuk haji.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia (Maybank Syariah) telah mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp33 triliun hingga akhir 2025. Untuk menggaet himpunan dana nasabah, perusahaan mengaku terus mengincar segmen tabungan haji

Hal itu diungkapkan, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, Romy H. Buchari, di sela-sela acara Muslim Pro dan Maybank Syariah, di Jakarta (8/6). Ia menyatakan, tren pertumbuhan tabungan haji berada dalam kondisi yang cukup baik, meski belum dapat mengungkapkan angka pertumbuhan secara terperinci.

Romy menjelaskan, dari sisi jumlah rekening tabungan haji generasi muda cukup banyak. Namun demikian, jika dilihat berdasarkan nilai dana yang tersimpan, kelompok usia lebih dewasa masih memberikan kontribusi paling besar.

“DPK-nya kita ada sekitar Rp33 triliun. Secara angka jumlah tabungan haji generasi muda memang lebih besar. Tapi secara saldo tentunya generasi yang lebih dewasa karena kemampuan finansialnya lebih mumpuni dibandingkan generasi muda,” kata Romy.

Salah satu upaya Maybank Syariah menggenjot tabungan haji, kata Romy, ialah melalui kolaborasi dengan Muslim Pro untuk meluncurkan Amanah Pro, platform perencanaan haji dan umrah berbasis syariah yang diluncurkan pada Mei 2026.

Kolaborasi ini berlandaskan pada survei terbaru Muslim Pro yang menyatakan bahwa 65 persen responden mengaku jarang atau bahkan tidak pernah menabung secara rutin untuk kebutuhan haji maupun umrah, meskipun haji tetap menjadi salah satu tujuan hidup yang penting bagi mereka.

Menurut Nafees Khundker, Group Managing Director Muslim Pro, hasil survei menunjukkan tantangan yang dihadapi masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan finansial.

"Salah satu temuan paling menarik dari survei kami adalah bahwa keinginan untuk mempersiapkan haji sebenarnya sudah ada. Lebih dari 8 dari 10 responden mengatakan mereka membutuhkan sarana yang dapat membantu merencanakan haji dan umrah," ujar Nafees.

Kolaborasi ini menggabungkan infrastruktur perbankan syariah Maybank yang telah diatur dan diawasi regulator dengan ekosistem digital Muslim Pro, sehingga menghadirkan pengalaman yang terintegrasi dalam mendukung kesiapan finansial sekaligus aspirasi spiritual pengguna.

Editorial Team

Related Article