Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bank Mandiri Kantongi Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I, Ini Penopangnya
Paparan Kinerja Kuartal-I 2026 Bank Mandiri
  • Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi Rp15,4 triliun pada kuartal I 2025, tumbuh 16,6% YoY berkat penguatan UMKM, ekonomi kreatif, dan ekosistem digital.
  • Kinerja keuangan solid dengan ROE 22,1%, CAR 19,7%, serta NPL Gross hanya 0,98% menunjukkan ketahanan dan efisiensi tinggi di tengah pertumbuhan kredit dan DPK yang signifikan.
  • Aplikasi Livin’ by Mandiri mencapai 39 juta pengguna dan Kopra by Mandiri melayani 335 ribu pelaku bisnis, memperkuat transformasi digital serta dukungan terhadap UMKM nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Bank Mandiri (BMRI) mengantongi laba bersih konsolidasi Rp15,4 triliun sepanjang kuartal I 2025. Angka tersebut meningkat 16,6 persen secara year on year (YoY).

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyampaikan, kinerja tersebut didapat berkat penguatan UMKM, ekonomi kreatif dan ekosistem digital. "Ini merupakan hasil dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Riduan di Jakarta, Selasa (21/4).

Sejalan dengan itu, BMRI juga mencetak kinerja profitabilitas yang solid. Return on Equity (ROE) perseroan berada di level 22,1 persen, dengan fondasi permodalan yang tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 19,7 persen. Menurut Riduan, posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan.

Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri menyalurkan kredit senilai Rp1.530 triliun atau naik 17,4 persen YoY. Di tengah pertumbuhan kredit, kualitasnya pun terus dijaga. Bank Mandiri mencatat NPL Gross bank only terjaga di level 0,98 persen, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 2,17 persen. Sementara pencadangan juga memadai dengan NPL Coverage Ratio di level 245 persen.

Di saat yang sama, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 13,2 persen pada periode yang sama.

Struktur pendanaan juga semakin kuat, tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7 persen YoY. Sementara itu, produktivitas operasional atau (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mencatatkan perbaikan rasio ke level 58,0 persen, turun 3,48 persen YoY.

Dukungan UMKM dan Ekosistem Digital

Riduan menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjangkau seluruh lapisan ekonomi nasional melalui tiga platform utama yang melayani segmen individu, bisnis, dan digitalisasi UMKM.

Aplikasi digital Livin’ by Mandiri tercatat memperoleh 39 juta pengguna terdaftar, tumbuh 27 persen YoY, dengan rata-rata akuisisi sekitar 27 ribu pengguna baru setiap harinya, serta frekuensi transaksi yang tumbuh 13 persen YoY ke angka 1,24 miliar transaksi.

Pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 335 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 27 persen YoY, yang mana 85 persen merupakan pelaku UMKM, dengan frekuensi transaksi tumbuh 13 persen YoY ke angka 395 juta transaksi.

"Hal ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung aktivitas bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi," ungkapnya.

Editorial Team

EditorEkarina .