Jakarta, FORTUNE - Bank Mandiri (BMRI) mengantongi laba bersih konsolidasi Rp15,4 triliun sepanjang kuartal I 2025. Angka tersebut meningkat 16,6 persen secara year on year (YoY).
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyampaikan, kinerja tersebut didapat berkat penguatan UMKM, ekonomi kreatif dan ekosistem digital. "Ini merupakan hasil dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Riduan di Jakarta, Selasa (21/4).
Sejalan dengan itu, BMRI juga mencetak kinerja profitabilitas yang solid. Return on Equity (ROE) perseroan berada di level 22,1 persen, dengan fondasi permodalan yang tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 19,7 persen. Menurut Riduan, posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan.
Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri menyalurkan kredit senilai Rp1.530 triliun atau naik 17,4 persen YoY. Di tengah pertumbuhan kredit, kualitasnya pun terus dijaga. Bank Mandiri mencatat NPL Gross bank only terjaga di level 0,98 persen, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 2,17 persen. Sementara pencadangan juga memadai dengan NPL Coverage Ratio di level 245 persen.
Di saat yang sama, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 13,2 persen pada periode yang sama.
Struktur pendanaan juga semakin kuat, tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7 persen YoY. Sementara itu, produktivitas operasional atau (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mencatatkan perbaikan rasio ke level 58,0 persen, turun 3,48 persen YoY.
