Jakarta, FORTUNE - Emiten bank pelat merah, Bank Mandiri (BMRI) menyatakan bakal terus ekspansi di tengah kondisi perekonomian yang menantang.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini mengatakan sepanjang kuartal pertama 2026 perusahaan mencetak kinerja yang solid. Laba konsolidasi tumbuh 16 persen menjadi Rp15,4 triliun, kualitas asset bank only terjaga di level 0,98 persen, dan cost of credit 0,48 persen. Kombinasi ini menunjukkan Bank Mandiri masih tangguh menghadiapi dinamika perekonomian global.
"Tahun ini kami proyeksikan ekspansi bisnis juga tetap tumbuh secara berkelanjutan dan kredit kami proyeksikan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industry," ujarnya dalam paparan kinerja di Jakarta, Selasa (22/4).
Novita membeberkan, tahun ini Bank Mandiri akan memperkuat dan memperluas akses kredit UMKM. Selain itu, bank milik pemerintah ini berkomitmen mendukung agenda strategis pemerintah dan pembangunan nasional.
Bank Mandiri mencatatkan realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp11 triliun hingga kuartal I 2026, menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan layanan Virtual Account Bank Mandiri untuk memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel.
Tahun ini, Bank Mandiri akan menggunakan dana SAL ke sektor produktif, industri padat karya, serta sektor strategis lainnya seperti perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam dan energi terbarukan, layanan kesehatan, dan manufaktur.
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri menargetkan penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh lebih tinggi dari kredit. Meski demikian perusahaan tidak mengungkapkan target spesifik angka pertumbuhannya.
Dari sisi fee based income, Bank Mandiri mendorong perluasan adopsi aplikasi livin by Mandiri agar terjadi peningkatan aktivitas dan transaksi nasabah.
"Kemudian dari sisi profitabilitas, NIM di proyeksikan tetap stabil melalui penguatan ekosistem, kemudian kita akselerasi transaksi serta optimalisasi portfolio mix, sehingga akan mendorong menjaga yield of loan serta cost of fund yang lebih optimal," ujarnya.
