Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
25 Negara dengan Jumlah Utang Terbanyak, Ada Indonesia?
ilustrasi utang (freepik.com/rawpixel.com)
  • Hong Kong menjadi wilayah dengan rasio utang tertinggi di dunia mencapai 380 persen dari PDB.

  • Jepang menempati posisi kedua dengan rasio 372 persen yang sebagian besar berasal dari utang pemerintah.

  • Rasio utang Indonesia sekitar 79 persen dari PDB, lebih rendah dibandingkan banyak negara di Asia dan negara maju.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Beban utang sejumlah negara di dunia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Laporan Global Debt Monitor kuartal IV-2025 yang dirilis Institute of International Finance (IIF) menunjukkan banyak negara memiliki rasio utang yang sangat tinggi dibandingkan ukuran ekonominya.

Data tersebut mengukur total utang dari tiga sektor utama, yakni rumah tangga, korporasi nonkeuangan, dan pemerintah, lalu membandingkannya dengan Produk Domestik Bruto (PDB).

Hasilnya menunjukkan beberapa negara memiliki total utang yang bahkan melampaui 300 persen dari PDB, atau lebih dari tiga kali nilai output ekonomi tahunan mereka. Berikut daftar negara dengan jumlah utang terbanyak di dunia.

Daftar 25 negara dengan jumlah utang terbanyak di dunia

Berdasarkan data Global Debt Monitor IIF kuartal IV-2025, berikut daftar negara dengan rasio total utang tertinggi terhadap PDB:

  1. Hong Kong – 380 persen PDB

  2. Jepang – 372 persen PDB

  3. Singapura – 347 persen PDB

  4. Prancis – 326 persen PDB

  5. Kanada – 315 persen PDB

  6. China – 298 persen PDB

  7. Amerika Serikat – 264 persen PDB

  8. Korea Selatan – 249 persen PDB

  9. Italia – 236 persen PDB

  10. Malaysia – 224 persen PDB

  11. Thailand – 223 persen PDB

  12. Bahrain – 223 persen PDB

  13. Inggris Raya – 214 persen PDB

  14. Jerman – 200 persen PDB

  15. Israel – 184 persen PDB

  16. Brasil – 178 persen PDB

  17. Yordania – 172 persen PDB

  18. Grenada – 168 persen PDB

  19. Maladewa – 167 persen PDB

  20. India – 163 persen PDB

  21. Vietnam – 161 persen PDB

  22. Hungaria – 161 persen PDB

  23. Chili – 158 persen PDB

  24. Senegal – 156 persen PDB

  25. Afrika Selatan – 149 persen PDB

Sebagian besar negara dalam daftar tersebut merupakan negara maju atau negara dengan sistem keuangan yang relatif berkembang, sehingga memiliki akses luas terhadap pasar pembiayaan global.

Struktur utang global: kombinasi rumah tangga, korporasi, dan pemerintah

Dalam laporan IIF, rasio utang negara dihitung dari akumulasi pinjaman seluruh sektor ekonomi. Dengan pendekatan ini, utang publik bukan satu-satunya faktor penentu tingginya rasio utang suatu negara.

Sebagai contoh, Hong Kong yang menempati posisi teratas memiliki total utang sebesar 380 persen dari PDB. Namun, lonjakan tersebut terutama disebabkan oleh utang korporasi yang sangat besar.

Utang korporasi nonkeuangan di Hong Kong mencapai 227 persen dari PDB, jauh melampaui sektor lainnya. Besarnya angka tersebut berkaitan erat dengan struktur ekonomi wilayah tersebut yang sangat bergantung pada sektor properti dan pembiayaan berbasis utang.

Sektor properti di Hong Kong menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi. Model bisnis di sektor ini umumnya menggunakan leverage tinggi, sehingga meningkatkan porsi utang korporasi secara signifikan.

Jepang menghadapi tekanan dari utang pemerintah

Berbeda dengan Hong Kong, sumber utama beban utang Jepang berasal dari sektor pemerintah.

Total utang Jepang tercatat mencapai 372 persen dari PDB, dengan utang pemerintah menyumbang sekitar 199 persen dari PDB. Tingginya rasio ini berkaitan dengan kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan sejak awal 1990-an.

Setelah gelembung harga aset pecah pada 1991, Jepang mengalami periode stagnasi ekonomi yang panjang. Untuk menjaga aktivitas ekonomi, pemerintah menerapkan berbagai stimulus fiskal dan pelonggaran moneter.

Bank of Japan kemudian membeli obligasi pemerintah dalam jumlah besar melalui kebijakan quantitative easing, sehingga meningkatkan akumulasi utang negara.

Sebagian besar surat utang Jepang saat ini dimiliki oleh investor domestik, termasuk bank dan perusahaan asuransi.

Krisis global mendorong lonjakan utang di banyak negara

Lonjakan utang tidak hanya terjadi di Asia. Banyak negara maju juga mengalami peningkatan rasio utang akibat berbagai krisis dalam satu dekade terakhir.

Pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktor utama. Pemerintah di berbagai negara mengeluarkan stimulus fiskal besar untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendukung sektor usaha, serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Selain itu, sejumlah negara juga meningkatkan belanja industri dan pertahanan, terutama di kawasan Eropa. Di sisi lain, sektor rumah tangga dan korporasi juga menghadapi kenaikan biaya pinjaman akibat suku bunga global yang lebih tinggi.

Kombinasi faktor tersebut membuat rasio utang tetap tinggi di banyak negara, baik di sektor publik maupun swasta.

Posisi negara ASEAN dalam rasio utang

Beberapa negara Asia Tenggara juga masuk dalam daftar negara dengan jumlah utang terbanyak, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Singapura menempati posisi ketiga dengan total utang mencapai 347 persen dari PDB. Angka ini dipengaruhi oleh besarnya utang korporasi dan pemerintah dalam struktur ekonomi negara tersebut.

Malaysia dan Thailand juga memiliki rasio utang di atas 220 persen dari PDB, dengan kontribusi signifikan dari sektor rumah tangga dan korporasi.

Sementara itu, Vietnam memiliki rasio utang sekitar 161 persen dari PDB, yang sebagian besar berasal dari utang korporasi.

Posisi Indonesia relatif lebih rendah

Di tengah tingginya rasio utang di berbagai negara, posisi Indonesia tercatat relatif lebih rendah di peringkat ke-60.

Total utang Indonesia berada di sekitar 79 persen dari PDB, terdiri dari:

  • Utang rumah tangga: 15 persen PDB

  • Utang korporasi nonkeuangan: 24 persen PDB

  • Utang pemerintah: 40 persen PDB

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah negara ASEAN lain seperti Filipina, Laos, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Perbandingan ini menunjukkan rasio utang Indonesia masih berada di bawah banyak negara di kawasan maupun negara maju yang tercatat dalam laporan Global Debt Monitor.

FAQ seputar negara dengan jumlah utang terbanyak

Negara mana yang memiliki jumlah utang terbanyak di dunia?

Hong Kong memiliki rasio utang tertinggi di dunia dengan total mencapai 380 persen dari PDB.

Bagaimana rasio utang negara dihitung?

Rasio utang dihitung dari gabungan utang rumah tangga, korporasi nonkeuangan, dan pemerintah dibandingkan dengan PDB.

Berapa rasio utang Indonesia terhadap PDB?

Total rasio utang Indonesia sekitar 79 persen dari PDB berdasarkan data Global Debt Monitor IFF 2025.

Editorial Team