Comscore Tracker
FINANCE

Tumbuh 34,74%, BRI Kantongi Laba Rp19,07 triliun

Kredit UMKM topang penyaluran kredit BRI.

Tumbuh 34,74%, BRI Kantongi Laba Rp19,07 triliunPaparan Kinerja BRI Q3 2021/ Dok BRI

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mengantongi laba bersih secara konsolidasi senilai Rp19,07 triliun hingga kuartal III-2021. Raihan tersebut tumbuh 34,74 persen secara year on year (yoy). 

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, raihan tersebut didorong oleh kredit yang kuat dengan tetap menjaga pencadangan 

“Ini merupakan buah dari strategi BRI yang terus menekankan pada keberlanjutan dan pencadangan pada saat kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya akibat pandemi,” kata Sunarso melalui konferensi video di Jakarta, Rabu 27 Oktober 2021. 

Kredit UMKM topang penyaluran kredit BRI

BRI juga mencatatkan penyaluran kredit  sebesar Rp1.026,42 triliun atau tumbuh 9,74 persen year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 2,21 persen. 

Sunarso mengungkapkan, salah satu faktor utama penopang pertumbuhan kredit ialah penyaluran kredit segmen UMKM yang tumbuh 12,50 persen (yoy) atau mencapai Rp848,60 triliun pada akhir September 2021. 

Capaian tersebut membuat proporsi kredit UMKM dibanding total kredit BRI pun meningkat dari semula 80,65 persen pada akhir September 2020 menjadi 82,67 persen pada akhir September 2021. 

“Peningkatan penyaluran kredit UMKM yang sangat signifikan pada kuartal III 2021 tidak terlepas dari pembentukan sinergi holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, di samping pemulihan kondisi ekonomi akibat kian melandainya pandemi,” ujar Sunarso. 

Apabila dirinci per segmen, penyaluran kredit mikro BRI tercatat Rp464,66 triliun, kredit konsumer sebesar Rp147,16 triliun, kredit kecil dan menengah Rp236,77 triliun dan kredit korporasi Rp177,83 triliun. 

DPK BRI tumbuh tipis

Dari sisi liabilities, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI berhasil tumbuh positif meski hanya tipis 0,35 persen (yoy) menjadi sebesar Rp1.135,31 triliun. 

Tabungan tercatat mendominasi DPK BRI dengan total mencapai Rp470,16 triliun atau tumbuh 7,12 persen yoy. Sedangkan proporsi dana murah (CASA) BRI pun terus merangkak naik, di mana pada akhir kuartal III 2021 tercatat 59,60 persen atau lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,02 persen. 

“Keberhasilan perseroan dalam meningkatkan proporsi dana murah membuat biaya dana atau Cost of Fund (COF) BRI terus menurun, Hingga akhir September 2021 COF BRI tercatat 2,14 persen, lebih rendah dibandingkan COF BRI pada September 2020 sebesar 3,45 persen,” tutur Sunarso.

Aset BRI sentuh Rp1.619 triliun

Solidnya kinerja BRI dari sisi penyaluran kredit dan pendanaan membuat aset perseroan terus tumbuh. Hingga akhir kuartal III tercatat aset BRI mencapai Rp1.619,77 triliun atau tumbuh 11,87 persen yoy. 

Tak hanya itu, BRI juga berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan, di mana hal tersebut tercermin dari rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) BRI di kisaran 3,28 persen pada akhir kuartal III 2021 dengan NPL Coverage mencapai 252,94 persen.

Related Articles