Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembiayaan Kendaraan di BSI Naik 12,40 Persen, Pengajuan Digital Meningkat
Ilustrasi Pembiayaan Mobil BSI/Dok BSI
  • BSI mencatat kenaikan pembiayaan kendaraan sebesar 12,40 persen (YoY) hingga Rp6,70 triliun per Juni 2026, menandakan daya beli dan mobilitas masyarakat tetap tinggi.

  • Transformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI mempercepat proses pengajuan pembiayaan kendaraan dan menjadi faktor utama peningkatan penetrasi pasar.

  • Dukungan kebijakan pemerintah terhadap kendaraan listrik serta pertumbuhan penjualan mobil nasional mendorong optimisme BSI terhadap prospek sektor pembiayaan otomotif pada 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kenaikan pembiayaan kendaraan BSI sebesar 12,40 persen menunjukkan dinamika positif dalam ekonomi domestik, dengan masyarakat tetap aktif memenuhi kebutuhan mobilitas melalui skema syariah yang aman dan terukur. Transformasi digital lewat aplikasi BYOND by BSI turut memperkuat efisiensi layanan, sementara dukungan kebijakan pemerintah dan pertumbuhan industri otomotif menegaskan sinergi sehat antara sektor keuangan dan industri nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan lonjakan outstanding pembiayaan kendaraan (OTO) sebesar 12,40 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga mencapai Rp6,70 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan ini diraih dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan secara aman dan sehat.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengungkapkan pencapaian ini mencerminkan tingginya daya beli serta kebutuhan mobilitas masyarakat. Kinerja positif tersebut sekaligus menjadi indikator kuat atas optimisme konsumen terhadap stabilitas ekonomi domestik.

“Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor otomotif masih memiliki prospek yang baik. Masyarakat tetap melakukan pembelian kendaraan, namun dengan pertimbangan yang lebih matang dan mengedepankan skema pembiayaan syariah yang memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan,” kata Kemas melalui keterangan yang dikutip Selasa (14/7).

Kemas menambahkan, salah satu faktor utama yang mempermudah penetrasi pasar adalah langkah perseroan dalam memperkuat transformasi digital. Kehadiran fitur pembiayaan kendaraan terintegrasi pada aplikasi BYOND by BSI terbukti efektif mengakomodasi sekaligus mempercepat proses pengajuan dari para nasabah.

Di sisi lain, tren pertumbuhan ini juga dipicu oleh faktor eksternal yang suportif. Kebijakan strategis pemerintah dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik (EV), meningkatnya kesadaran publik terhadap aspek kelestarian lingkungan, serta semakin variatifnya pilihan model kendaraan baru di pasar menjadi stimulus tambahan bagi industri.

Ekspansi pembiayaan BSI ini berjalan selaras dengan geliat industri otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales sepanjang periode Januari–Juni 2026 menembus lebih dari 400.000 unit.

Angka ini tumbuh 15,89 persen dibandingkan dengan semester pertama tahun sebelumnya yang mencatatkan penjualan 376.000 unit.

Berbekal fundamental bisnis yang kokoh serta dukungan ekosistem pembiayaan yang kian luas, BSI optimistis sektor pembiayaan kendaraan akan terus bergerak progresif. Segmen ini diproyeksikan tetap menjadi salah satu motor penggerak utama dalam pertumbuhan portofolio pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article