BUSINESS

PTBA Kantongi Laba Rp2,8 Triliun pada Paruh Awal 2023

Produksi PTBA meningkat 18 persen ketimbang tahun lalu.

PTBA Kantongi Laba Rp2,8 Triliun pada Paruh Awal 2023source_name

by Eko Wahyudi

29 August 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota dari Holding BUMN Pertambangan MIND ID, mencatatkan laba bersih Rp2,8 triliun pada paruh awal 2023.

Berdasarkan laporan keuangannya, capaian tersebut turun 54,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp6,15 triliun. Dari sisi pendapatan, PTBA meraih Rp18,9 triliun atau tumbuh 2 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

“Total produksi batu bara PTBA pada semester I-2023 mencapai 18,8 juta ton, tumbuh 18 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar 15,9 juta ton,” kata Corporate Secretary PTBA, Niko Chandra, dalam keterangan pers yang dikutip Selasa (29/8).

Kenaikan produksi ini seiring dengan kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 19 persen menjadi 17,4 juta ton. Pada semester I-2023, PTBA mencatatkan penjualan ekspor sebesar 7,1 juta ton atau naik 37 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi domestic market obligation (DMO) mencapai 57 persen.

Niko mengatakan di antara tantangan yang dihadapi perusahaan tersebut tahun ini adalah koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar. Harga batu bara Indonesian Coal Index (ICI-3) turun sekitar 48 persen dari US$138,5 per ton pada Juni 2022 menjadi US$72,63 per ton pada Juni 2023.

Di sisi lain, harga pokok penjualan mengalami kenaikan, seperti terlihat pada komponen biaya royalti, angkutan kereta api, dan jasa penambangan.

“Karena itu, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja positif. Perseroan juga konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat dilakukan secara optimal,” ujar Niko.

 

Hilirisasi batu bara PTBA

 

PTBA pun berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi batu bara dan menjaga ketahanan energi nasional. Perusahaan tersebut telah memperoleh izin kawasan industri berbasis batu bara atau Bukit Asam Coal Based Industrial Estate di Tanjung Enim dengan luas 585 hektare, yang saat ini dalam proses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Perusahaan itu telah menyediakan lahan untuk membangun industri hilirisasi yang bekerja sama dengan mitra potensial.

Selain itu, PTBA telah mengalokasikan cadangan batu bara khusus untuk proyek hilirisasi, sehingga kebutuhan batu bara untuk industri hilirisasi dapat terjamin.

Proyek angkutan batu bara

Sejalan dengan target peningkatan kapasitas angkutan batu bara jalur kereta api menjadi 72 juta ton per tahun pada 2026, angkutan batu bara Tanjung Enim–Keramasan dengan kapasitas 20 juta ton per tahun tengah dikembangkan. Lingkup yang PTBA kerjakan adalah Train Loading System dan Coal Handling Facility, sementara PT KAI menyiapkan dermaga serta sarana transportasinya (gerbong). Jalur ini direncanakan akan beroperasi pada triwulan IV-2024.

Di samping itu, demi mendukung kerja sama sinergi BUMN rantai pasokan batu bara untuk meningkatkan ketahanan kelistrikan nasional, yang ditandai penandatanganan Head of Agreement oleh PTBA, KAI, dan PLN pada 16 Februari 2022, maka disepakati rencana pengembangan angkutan batu bara ke Dermaga Perajen dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun dan direncanakan akan beroperasi pada triwulan III-2026.