Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
RUPST BTN Absen Bagikan Dividen Guna Perkuat Modal Ekspansi Kredit
RUPST BTN 2026/Dok BTN
  • RUPST BTN memutuskan tidak membagikan dividen tunai tahun ini agar laba bersih Rp3,5 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat modal ekspansi kredit.

  • Nixon LP Napitupulu menjelaskan keputusan ini mendukung rencana akuisisi portofolio kredit bernilai lebih dari 20 persen ekuitas.

  • RUPST juga menetapkan susunan pengurus baru dengan mengangkat Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama serta memperpanjang masa jabatan beberapa direksi guna menjaga kesinambungan strategi bisnis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE  – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akhirnya mengetok palu bagi para pemburu imbal hasil. Bank spesialis perumahan ini memutuskan absen membagikan dividen tunai tahun ini. Seluruh laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp3,5 triliun bakal mengendap sebagai saldo laba ditahan guna menebalkan modal dalam rangka ekspansi kredit lebih agresif.

Keputusan dividend payout ratio sebesar 0 persen ini bukanlah tanpa alasan. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan langkah ini merupakan respons atas laju kredit perseroan yang melampaui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

“Jadi akhirnya disepakati, kita tidak membayarkan dividen atau dividen payout-nya 0 persen di tahun ini, karena memang modalnya dibutuhkan untuk pembelian portofolio tadi. Dengan begitu kita tidak perlu lagi menerbitkan surat utang,” ujar Nixon dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Jumat (24/4).

Alih-alih mencari pendanaan luar dengan menerbitkan surat utang yang membebani, BTN lebih memilih mengandalkan kekuatan internal. Strategi ini diambil untuk memastikan kapasitas ekspansi tetap terjaga, terutama dalam rencana pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga yang nilainya cukup jumbo—melebihi 20 persen dari ekuitas perseroan.

Bagi Nixon, langkah mencaplok portofolio pihak luar adalah cara jitu memperbaiki profil imbal hasil sekaligus mempercantik kualitas aset. Targetnya ambisius: menekan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) hingga ke level lebih sehat.

“Dengan adanya pembelian portofolio ini, NPL rasio BTN di akhir tahun akan turun di bawah 3 persen. Pendapatan bunga kita akan lebih bagus, dan total kredit kita akan melebihi RKAP,” kata Nixon.

Penandatanganan perjanjian ditargetkan terlaksana pada pertengahan Mei 2026.

Tak hanya soal pundi-pundi, RUPST kali ini juga menjadi ajang bongkar pasang formasi pengurus. Pemegang saham menyepakati penyegaran di jajaran dewan komisaris dengan mengangkat Endra Gunawan sebagai Wakil Komisaris Utama. Endra bukanlah orang baru di lingkaran otoritas; ia saat ini juga menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN di Badan Pengelola (BP) BUMN.

Masuknya Endra sekaligus menandai perpisahan dengan Dwi Ary Purnomo yang telah mendapat penugasan baru sebagai Direktur Keuangan di PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja sejak 25 Februari lalu. Nixon menilai, rotasi ini adalah bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat arah strategis perseroan ke depan.

Demi menjaga kesinambungan nakhoda, RUPST juga memberikan restu bagi Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo untuk melanjutkan masa jabatannya di kursi direksi. Keduanya dianggap kunci dalam mengawal strategi bisnis yang tengah berjalan.

Menatap masa depan, BTN memasang target pertumbuhan kredit 8–10 persen untuk 2026, dengan tetap setia pada ekosistem perumahan subsidi maupun non-subsidi. Sebagai pelengkap, pemegang saham juga telah merestui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029 sebagai peta jalan bisnis bank pelat merah ini dalam lima tahun ke depan.

Susunan Pengurus Baru BTN

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama: Suryo Utomo

  • Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan

  • Komisaris: Fahri Hamzah

  • Komisaris: Didyk Choiroel

  • Komisaris Independen: Ida Nuryanti

  • Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh

  • Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit

Direksi:

  • Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu

  • Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo

  • Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra

  • Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar

  • Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo

  • Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa

  • Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan

  • Direktur Commercial Banking: Hermita

  • Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo

  • Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen

  • Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti

  • Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho

Editorial Team